Wednesday, March 10, 2010

..: cInTa LuAr BiAsA :..

Cinta luar biasa..
Cinta seorang Kekasih kepada umatnya..
Hingga pada hembusan nafasnya yang
terakhir..
Lidah Rasulullah menuturkan tanpa
henti..
Ummati.. ummati.. ummati..

Cinta luar biasa..
Kisah cinta Handzalah..
Meninggalkan isteri di malam
pernikahan..
Lantaran menyahut seruan jihad..
Akhirnya syahid di medan perjuangan..

Cinta luar biasa..
Seteguh kasih Khadijah..
Tak pernah jemu memberikan sokongan..
Rela mengorbankan segala kemewahan..
Di saat Rasulullah dan Islam
dipinggirkan. .

Cinta luar biasa..
Kisah kesetiaan Abu Bakar..
Kasih seorang sahabat yg tiada
tandingan..
Insan yang sentiasa membenarkan. .
Sewaktu kata-kata Rasulullah
dipersendakan. .

Cinta luar biasa..
Kisah ketabahan Hajar..
Ditinggalkan di tanah yang gersang
bersama Ismail..
Bukti kasih seorang ibu yg berlarian
mencari air..
Tatkala mendengar tangisan si anak
kecil..

Cinta luar biasa..
Umpama keberanian Ali..
Di malam penghijrahan Nabi..
Menggantikan Rasulullah di tempat
tidurnya..
Walaupun jiwa menjadi taruhan..

Cinta luar biasa..
Cinta Asiah, Masyitah dan Sumaiyyah..
Menggadaikan nyawa demi mempertahankan
aqidah..
Iman di dada tak sedikit pun goyah..
Kerana keyakinan yang teguh atas
segala janjiNya..

Kisah cinta luar biasa..
Insan pilihan yg berada di atas
jalanNya..
Betapa tulusnya kasih, teguhnya jiwa..
Redha dan sabar menempuh segala ujian..
Merekalah insan yg memahami erti
kemanisan iman.

Mampukah diri ini meraih cinta luar
biasa..??

Monday, March 8, 2010

Pesanan Rasulullah SAW Kepada Saidatina Fathimah Az-Zahra R.H

Hingga kini, dunia masih terus mengenangnya. Tidak sedikit tetes air mata mengalir tatkala mengingat kebesarannya. Malu rasanya membandingkannya dengan keadaan kita saat ini. Rasa terharu seketika apabila membaca kembali kisah-kisah perjuangannya; ketika dengan penuh kasih sayang ia mengusap darah suaminya semasa perang dan merawatnya dengan penuh perhatian; saat ia mengambil air sendiri dengan berjalan jauh hingga membekas di dadanya; begitu beraninya ia menginap di rumah Rasulullah SAW sementara 'Ali suaminya, menggantikan tempat tidur Muhammad SAW saat orang-orang kafir Quraisy mengepung.


Fathimah Az Zahra sangat besar perjuangannya. Tidaklah berlebihan jika Rasulullah SAW menegaskan, atas dasar kecintaannya, bahwa manusia pertama yang kelak duduk mendampinginya di surga tidak lain adalah Fathimah. Dia adalah puteri dari seorang yang suci. Dia sendiri suci. Dari rahimnya yang suci, kita pernah mendengar nama besar Hasan dan Husain. Ia juga melahirkan Zainab yang dari keturunannyalah kelak Imam Syafi'i mendapat tempat dan perlindungan.


Imam Nawawi Al Bantani pernah menuliskan keagungan Fathimah Az Zahra ketika berbicara masalah hak dan kewajiban suami isteri bersama Rasulullah SAW . Nabi SAW bersabda kepada puterinya; Hai Fathimah, setiap isteri yang membuatkan tepung untuk suami dan anak-anaknya, maka Allah mencatat baginya memperoleh kebajikan dari setiap butir biji yang tergiling, dan menghapus keburukannya serta meninggikan darjatnya.


Hai Fatimah, setiap isteri yang berkeringat di sisi alat penggilingnya karena membuatkan bahan makanan untuk suaminya, maka Allah memisahkan antara dirinya dan neraka sejauh tujuh hasta.


Hai Fatimah, setiap isteri yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisirkan rambut mereka dan mencucikan baju mereka, maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh pahala seperti pahala orang yang memberi makan seribu orang yang sedang kelaparan, dan seperti pahala orang yang memberi pakaian seribu orang yang telanjang.


Hai Fatimah, tetapi yang lebih utama dari semua itu adalah keridhaan suami terhadap isterinya. Sekiranya suamimu tidak meridhaimu, tentu aku tidak akan mendo'akan dirimu. Bukankah engkau mengerti, hai Fatimah, bahawa ridha suami itu menjadi bahagian dari ridha Allah, dan kebencian suami merupakan bahagian dari kebencian Allah.


Hai Fatimah, manakala seorang isteri mengandung, maka para malaikat memohon ampun untuknya, dan setiap hari dirinya dicatat memperoleh seribu kebajikan dan seribu keburukannya dihapus. Apabila telah mencapai rasa sakit (menjelang melahirkan) maka Allah mencatatkan untuknya memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Apabila ia telah melahirkan, dirinya terbebas dari segala dosa seperti keadaannya setelah dilahirkan ibunya.


Hai Fatimah, setiap isteri yang melayani suaminya dengan niat yang benar, maka dirinya terbebas dari dosa-dosanya seperti pada hari dirinya dilahirkan ibunya. Ia tidak keluar dari dunia (yakni mati) kecuali tanpa membawa dosa. Ia menjumpai kuburnya sebagai taman surga. Allah memberinya pahala seperti seribu orang yang berhaji dan berumrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan untuknya hingga kiamat. Setiap isteri yang melayani suaminya sepanjang hari dan malam hari disertai hati yang baik, ikhlas dan niat yang benar, maka Allah mengampuni dosanya. Pada hari kiamat kelak dirinya diberi pakaian berwarna hijau, dan dicatatkannya untuknya pada setiap rambut yang ada di tubuhnya dengan seribu kebajikan, dan Allah memberi pahala kepadanya sebanyak seratus pahala orang yang berhaji dan berumrah.


Hai Fatimah, setiap isteri yang tersenyum manis di muka suaminya, maka Allah memperhatikannya dengan penuh rahmat.


Hai Fatimah, setiap isteri yang menyediakan diri tidur bersama suaminya dengan sepenuh hati, maka ada seruan yang ditujukan kepadanya dari langit. "Hai Wanita, menghadaplah dengan membawa amalmu. Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang berlalu dan yang akan datang."


Hai Fatimah, setiap isteri yang meminyaki rambut suaminya demikian pula janggutnya, mencukur kumis (misai) dan memotong kuku-kukunya, maka Allah kelak memberi minum kepadanya dari rahiqil makhtum (tuak jernih yang tersegel) dan dari sungai yang ada di syurga. Bahkan Allah kelak akan meringankan beban sakaratul maut. Kelak dirinya akan menjumpai kuburnya bagaikan taman surga. Allah mencatatnya terbebas dari neraka dan mudah melewati sirath (titian). Wallahu’lam.....

Sekadar Perkongsian Untuk Muslimat.........


AIR MATA INSAN YANG AGONG...

Detik-detik Rasulullah SAW menghadap sakaratul maut. Sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benarnya cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya.


Pada pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Rasulullah dengan suara terbatas dengan memberi khutbah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-NYA. Maka taati dan bertaqwalah kepada-NYA. Kuwariskan dua perkara pada kalian, AL-QURAN dan SUNNAHKU. Barang siapa yang mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintai ku, akan masuk syurga bersama-sama aku.” Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan Rasulullah SAW yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.


Abu Bakar menatap mata itu dengan mata berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisannya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang saatnya sudah tiba. “Rasulullah SAW akan meninggalkan kita semua,” keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercintai bernama Muhammad itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia.


Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah SAW yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Di saat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah SAW masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.


Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?”tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.


Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah. “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahu lah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggentarkan. Seolah-olah setiap inci bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikat maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian Jibril dipanggil yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut roh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.


“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasulullah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi. “Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak, tanya baginda?”


“Jangan khuatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepada ku : ‘Ku haramkan syurga bagi sesiapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,’’ kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugasnya. Perlahan roh Muhammad ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. ‘’Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.’’ Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah memejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memaling muka. ‘’Jijikkah kau melihat ku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?’’ Tanya Rasulullah pada Malaikat Pengantar wahyu itu. ‘’Siapakah yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal,’’ kata Jibril.


Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahan lagi. ‘’Ya Rasulullah, dasyat sungguh maut ini, timpakan saja semua siksa ini padaku, jangan pada umatku.’’ Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.


‘’Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum’’- ‘’Peliharalah solat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.’’ Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling bepelukan. Fatimah menutup tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinga di bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.


‘’Ummati, ummati, ummatiii’’- ‘’Umatku, umatku, umatku’’ Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.

Tuesday, March 2, 2010

Andainya kamu tahu …

Mungkin!

Mungkin sahabatku.

Ramai yang tidak mengerti betapa pentingnya kekuatan ruhani dalam menjalani kehidupan ini.

Boleh jadi ramai lagi yang terpesona dengan keindahan dan kehebatan lahiriah berbanding dengan keindahan dan kehebatan ruhani. Terkadang mereka terpukau lantas membiarkan ruhani kering dan terus kering hingga segala amalan dan perilaku untuk menghampiri Allah menjadi semakin jauh tanpa disedari dan kita tidak sedikit pun merasa kelazatan iman yang sebenarnya.

Apalah guna banyaknya amal kita dengan mengira rakaat rakaat yang kosong. Apalah guna tilawatul quran kita sekadar untuk menyahut panggilan fadhilat ramadhan yang tidak dapat membuahkan al-hubb kepada Allah. Tidak membuahkan pengajaran dan dapat mengambil panduan darinya.

Aku tidak menafikan dari sudut pahala. Kerana itu hak Allah diatas niat masing masing namun saban tahun dibulan mulia ini kita menjalani amal rutin ini tetapi tidak mendatangkan perubahan bagi diri dan iman malah terkadang amal amal ini menjadi tiket kita untuk lebih rakus lagi melayani hawa nafsu selepas ramadhan.


Aku tidak mengatakan sesuatu yang teori. Kerana perkara ini berlaku pada diri dan tidak mustahil pada kita semua! Sebab itu aku ingin kongsi akan peringatan ini kerana nafsu tidak pernah putus asa untuk menyesatkan kita apalagi apabila bertemu teman setianya syaitan laknatullah untuk menyesatkan kita dari jalanNya.


Saudaraku .

Kita tidak dapat menafikan kekuatan ruhani adalah kekuatan pokok dalam kita menghampiri Allah atau untuk Allah menghampiri kita. Kita memerlukan hati yang lembut dan sejuk untuk menyerapkan amal amal kita supaya sebati dengan ruh ubudiyah kita kerana hati yang keras tidak bisa diserap oleh iman dan kekusyukan amal.


Pernahkah dalam hidup kita, kita terjumpa orang orang yag kuat ruhaninya? Pernahkah kita bergaul dan menumpang kejernihan hati mereka? Pernahkah kita lihat cara kehidupan mereka?


Andainya kamu tahu, sebenarnya tidak banyak bedanya kehidupan mereka dengan kita!

Mereka seperti kita. Mereka juga punya jamaah dan persatuan. Punya Halaqah. Melalui proses tarbiyah.


Mereka juga memegang jawatan tinggi. Educated. Mempunyai kedudukan.

Apakah bedanya dengan kita?

Tidak lain tidak bukan adalah Kezuhudan. Zuhud dan Qanaah dengan hidup ini. Mereka hidup ala kadarnya. Punya rumah sekadar tempat berlindung. Punya kenderaan yang sekadar boleh berjalan. Berpakaian sekadar menutup aurat. Makan sekadar untuk beribadah. Bergaul dengan orang2 solih. Menuntut ilmu dan berdakwah hidup harian mereka.


Mereka juga bergaul dan bersosial tetapi semua itu menjurus kepada dakwah. Dimana mereka pergi, mereka membawa islam. membawa iman. Membawa risalah Nabi. Mereka senantiasa ingin menyelamatkan diri dan manusia lain. Hidup mereka sentiasa menjurus kepada akhirat dan sentiasa berhati hati!


Pernahkah kamu jumpa mereka ini? Mereka yang asing yang terpuji disisi Allah yang hidup mereka amat bahagia.


Kenapa aku sebut asing! Kerana jumlah mereka amat sedikit ditengah kita dan manusia yang banyak ini. Sehingga mereka digelar ‘ Ghuraba’ “ ( orang orang asing )


Nabi pernah bersabda

Beruntunglah orang orang asing. Sahabat bertanya, ” Wahai Rasullullah, siapakah orang orang yang asing itu?” Beliau menjawab, ” Orang orang yang bertambah Iman dan Takwanya ditengah ramai manusia yang kurang Iman dan Takwanya. ~ HR Ahmad


Bahagianya mereka kerana kedekatan hati mereka pada Allah. Ketakwaan mereka makin bertambah dengan amal amal solih yang mereka pertahankan ditengah arus perdana kebendaan yang menyilaukan kita. Disanalah kemuliaan kebesaraan jiwa dan kemuliaan yang mereka gapai disisi Allah.


Mereka seperti keadaan ikan yang berada ditengah air yang mengalir dan arus yang kuat. Ikan ikan itu semakin kuat dan besar kerana terbiasa melawan arus.

Begitulah jiwa mereka, tetap kuat bertahan melawan arus kebendaan dunia yang membadai.

Sesungguhnya memang kita sukar mengenali mereka kerana mereka amat sedikit dan banyak menyembunyikan amal.

Mereka tidak suka menunjuk nunjuk seperti kita kerana mereka tergugah dengan pesan Nabi

Sesungguhnya Allah menyintai hamba yang bertakwa, yang qanaah dan yang beribadah secara khafi sembunyi sembunyi ~ HR Muslim.


Andainya kamu tahu, tidak semesti amal amal solih harus disembunyikan kerana sebagai da’i terkadang kita perlu menjadi contoh untuk mad’u kita mencontohi amal yang kita lakukan. namun sebagai duat ini ada ibadah ibadah yang perlu kita rahsiakan dan sembunyi sembunyi dalam kerangka untuk memperkayakan ruhani kita agar lebih kukuh dan lebih tegar sehingga tidak terombang ambing oleh pesona dan gemerlapnya dunia.


Andainya kamu tahu, sebenarnya kita boleh jadi seperti mereka. Kerana mereka juga seperti kita dahulu. Bezanya adalah mereka sanggup melakukan perubahan diri untuk lebih mujahadah dan bersifat zuhud dan qanaah dalam hidup.


Marilah kita renung diri kita sendiri. Berapa lama lagi kita mampu menguak kehidupan dunia yang fana ini. Marilah kita tadabbur dan taffakur atau merenung dan berfikir sampai bila kita harus hidup dengan khayalan khayalan yang sonsang ini sehingga efeknya boleh membuat kita tersungkur dipintu nafsu yang akan meratah keimanan yang telah kita bina!


Wallahua'lam.....

Sekadar Perkongsian.....


Monday, February 22, 2010

Tentera Ahmad Al-Fateh Sedang Bersiap Sedia Untuk Bertempur...


Monday, February 8, 2010

Dijerit Gelap, Gelap Takkan Hilang ....

Bayangkan jika kita berada dalam sebuah bilik yang gelap. Tak nampak apa-apa. Kita pun menjerit "gelap...gelap... gelap tolong pergi, aku tak nampak apa-apa!!!!" Jerit ler sehingga terkeluar anak tekak sekalipun, adakah gelap tersebut akan hilang?

Semua kita faham, gelap takkan hilang jika kita sekadar menjerit atau mengatakan "gelap,...gelap...gelap..." sahaja. Namun gelap hanya akan hilang apabila kita membawa cahaya (nyalakan lampu atau nyalana lilin). Dengan membawa cahaya, gelap sendirinya akan pergi, dan bilik akan terus diterangi.

Begitulah kita hari ini. Ramai antara kita kerap bising tentang kebatilan dan kemaksiatan. Heboh orang cerita pasal batil sana, batil sini, maksiat sana maksiat sini. Kat surat khabar, kat tv, kat majalah asyik menceritakan tentang kemaksiatan yang makin bermaharajalela. Kat warung kopi, kat anjung masjid, kat dewan negara, kat dalam masjid, kat dalam ceramah agama, kat dalam kem motivasi... semua sibuk cerita tentang kemaksiatan dan keruntuhan akhlak remaja hari ini.


Adakah dengan sekadar menceritakan dan menghebohkan mengenai kebatilan dan kemaksiatan ni, kemaksiatan akan hilang? Kita umpamakan kebatilan dan kemaksiatan ini bagaikan satu kegelapan. Gelap akan hilang hanya bila kita membawa sinar cahaya. Apakah cahaya yang perlu kita bawa.

Setiap amalan nabi mempunyai Nur(cahaya) yang tersendiri. Nur amalan nabi bagaikan cahaya matahari yang menerangi seluruh muka bumi. Dengan nur(cahaya) amalan nabi inilah semua kegelapan (kebatilan dan kemaksiatan) di muka bumi ini akan hilang. Dan hari ini, apabila kita bangun atas maksud untuk menghidupkan amalan nabi ini, kita bagaikan bulan yang menumpang cahaya matahari untuk menyinari bumi.

Apakah amalan nabi yang dapat menyinari bumi dan menghilangkan kegelapan manusia (kebatilan dan kemaksiatan)? Apabila nabi s.a.w berhijrah ke Madinah, nabi telah membawa cahaya untuk menyinari Madinah hingga dikenali sebagai Madinah al-Munawarrah (bandaraya bercahaya). Apakah amalan yang nabi buat. Sesampai sahaja ke Madinah, perkara pertama yang nabi lakukan ialah membangunkan masjid. Harus difahami, nabi membangunka amalan masjid, bukan sekadar membangunkan bangunan sebuah masjid. Masjid itu adalah amalan di dalamnya, hari ini kebanyakan kita faham masjid itu sekadar sebuah bangunan. Apakah amalan masjid yang telah nabi hidupkan? Nabi telah membangunkan masjid Nabawi dengan empat amalan utama.

Pertama: Amalan Dakwah

Hidupnya Masjid Nabawi dengan amalan Dakwah. Sepanjang masa pasti ada usrah atau halaqah (sekumpulan) manusia yang berkumpul untuk menceritakan kehebatan dan kebesaran Allah. Membawa fikir manusia daripada kehidupan dunia yang sementara kepada kehidupan akhirat yang kekal abadi. Daripada nilai Mal (harta) kepada nilai amal.

Kedua : Amalan Taklim Taklum (Belajar dan mengajar)

Sekiranya tiada halqah dakwah, pasti ada sekumpulan sahabat yang sedang membacakan atau mengajarkan hadis-hadis atau sabdaan-sabdaan nabi saw. Proses belajar dan mengajar terbahagi kepada dua perkara iaitu perkara berkaitan hukum (masail) dan perkara berkaitan kelebihan-kelebihan amal (fadail amal).

Ketiga : Amalan Ibadat

Sepanjang masa juga akan ada sahabat yang sedang melakukan badat. Ibadat seperti solat-solat sunat, tilawatul Quran, zikir dan doa.

Keempat : Khidmat

Amalan keempat iaitu khidmat. Amalan khidmat juga sentiasa wujud di dalam masjid Nabawi.

Dengan keempat-empat amalan inilah, Masjid Al-Nabawi telah hidup dengan amalan sepanjang 24 jam. Dengan amalan-amalan inilah, cahaya (Nur) telah menerangi madinah bukan sekadar di Madinah, bahkan ke seluruh alam hingga hari kiamat.

So, hari ini kita tutup cerita tentang kebatilan dan kemaksiatan di sana sini. Kemaksiatan dan kebatilan ini bagaikan kegelapan, yang takkan hilang kalau kita sekadar bising dan cakap...cakap dan cakap sahaja. Sebaliknya usaha perlu dibuat. Apakah usahanya??? Ya, kita (khasnya diri ini) kena bangun untuk makmurkan rumah-rumah Allah di tempat kita dan masjid-masjid di seluruh alam dengan amalan-amalan masjid Nabawi sebagaimana di zaman Rasulullah s.a.w terdahulu. Amalan-amalan inilah bagaikan Nur (Cahaya) yang akan menerangi bumi hingga hari kiamat.

Wednesday, February 3, 2010

Bicara Mujahideen..........


Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ya Awwalan Awwalin Ya Akhiran Akhirin Ya Zalquatal matin Ya rahimal masakin Ya Arhamal rahimin.....



Bismillahirrahman nirrahim... Alhmdulillah....segala puji bagi Allah kerana masih lagi memberi peluang utk ana menulis dalam ruangan ini. Terlebih dahulu syukran kathir kepada shbt dan shbyh yg tidak putus2 memberi tazkirah dan kata2 semangat kepada ana. Semoga usaha ini sentiasa berterusan sampailah kite kembali bertemu dengan Allah nanti. Disini ana ingin mngajak shbt dan shbyh utk sama2 kite mentarbiyah diri ataupun dengan lain perkataan kite mngislah diri, jgn sesekali kite mengharapkan supaya diri kite ditarbiyah, sebaliknya kitelah yang sepatutnya cuba untuk mentarbiyah diri sendiri. Kite sepatutnya perlu jadikan diri kite sbg orang yang memberi, bukan sekadar jadi orang yang menerima.


Sahabat sahabiyah sekalian, jika pada suatu ketika dulu kite begitu semangat mencegah kemungkaran, kali ini pula ana ingin mengajak kalian untuk sama-sama kita mengimarahkan rumah-rumah Allah. Tak kira yang tinggal dibandar atau didesa, dikolej atau ditaman perumahan, marilah sama2 kite mengimarahkan taman-taman syurga. Amat janggal rasanya sekiranya pejuang-pejuang agama Allah sendiri tidak mengimarahkan rumah Allah. Dimanakah kite sewaktu Allah memanggil hayya ala solah, hayya ala falah, ( dengan lain perkataan wahai hamba2Ku marilah menunaikan solat, AKU ingin bagi kejayaan kepadamu) dimanakah kite pada waktu2 itu sahabat, adakah kite masih busy dengan asigmen2 kite, dengan urusan dunia kite, adakah kite masih lena dibuai mimpi indah. Dimanakah laungan takbir Allah huakbar!!!! Yang sering kite laung2kan selama ini. Adakah ianya hanya sekadar kata-kata yang dilaungkan atas dasar semangat semata-mata, atau kite betul2 memahami dan menghayati kata-kata yang kite laungkan itu. Kalau kite betul2 menghayati kenapa kite tak sahut seruan Allah sewaktu Allah memanggil kite. Adakah kite sudah berasa selesa dengan apa yg kite ada sekarang. Ingatlah sahabat sahabiyah, apa yang ada pada kite sekarang hanyalah merupakan pinjaman dari Allah, kelak kite akan kembali pada Allah. Justeru, sebelum dihisab oleh Allah, marilah kite menghisab diri masing2, sudah banyakkah persiapan yang telah kite sediakan untuk berjumpa dengan Allah.

Untuk mendapat segulung ijazah kite begitu teliti membuat perancangan, sanggup kurangkan waktu tidur dan rehat, sanggup kurangkan makan dan minum, malahan bertungkus lumus kite study sampai buku2 pun hampir rosak. Yang lebih hebat lagi, kite sanggup study sampai lewat pagi hingga kantoi solat subuh. Namun, apakah perkara yang sama kite lakukan untuk mendapat syurga dan redha Allah? Adakah kite sanggup berjaga malam untuk Allah? Adakah kite sanggup kurangkan tidur dan rehat semata-mata kerana Allah? Adakah kite sanggup kurangkan makan dan minum semata-mata kerana Allah? Adakah kite btul2 study kalamullah atau sekadar buat hiasan untuk disimpan? Adakah kalian ingat kite boleh dapat syurga dan redha Allah itu hanya cukup sekadar berdoa sahaja? Astargfirullah.....ampunilah kami ya Allah........

Ya akhi ya ukhti, bagaimanakah keadaan iman kite sekarang ye? Adakah ia semakin meningkat atau semakin menurun? Bagaimanakah dengan solat tahajjud kite ye? Solat2 sunat kite yang lain cmne ye? semakin bertambah atau semakin berkurang? Bacaan al-quran kite cmne ye? Selama 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun kite menuntut ilmu di sekolah dan juga universiti, bagaimanakah hubungan kite dengan Allah ye? Adakah diri kite semakin hampir dengan Allah atau semakin jauh ? Adakah hati kite gementar apabila mendengar nama Allah disebut. Adakah kite betul2 merasai bahawa Allah sentiasa bersama-sama dengan kite. Sama2lah kite jadikan amalan-amalan asas ini sebagai makanan harian kite dan menjadi darah daging selaku para mujahid dan mujahidah Allah. Kalau perkara ini belum wujud lagi dalam diri kite, adakah sudah layak untuk kite mendapat redha Allah? Adakah sudah layak kite mnjadi hamba Allah? Adakah sudah layak untuk kita menjadi kekasih Allah? Astargfirullah.....ampunilah kami ya Allah, permudahkanlah jalan-jalan untuk kami hampir padaMu....

Ya akhi ya ukhti, alhamdulillah, syukur kite kepada Allah kerana dalam ramai-ramai manusia disini, Allah telah memilih kite untuk berada sebagai pendokong kepada agama Allah. Walaupun pelbagai mehnah dan tribulasi yang terpaksa kite tempohi pada jalan ini, namun yakin dan percayalah bahawa itu semua merupakan tarbiyah Allah untuk mengangkat darjah hamba-hambaNya disisiNya. Malahan para anbiya’ lebih teruk lagi diuji jika dibandingkan dengan kite pada hari ini. Para anbiya’ yang terdahulu ada yang sampai digergaji hidup-hidup, dipenjara, dibalingkan najis, dicaci dihina dan sebagainya semata-mata ingin menegakkan syariat Allah di muka bumi ini. Namun berbeza dengan keadaan kite pada hari ini, paling teruk pun kite hanya berhadapan dengan semburan air asid dan gas pemedih mata. Hanya segelintir insan yang terpilih sahaja di penjarakan dan dibunuh. Namun Allah tidak membebani hamba2Nya melainkan mengikut kadar kemampuan hamba2Nya.

Ya akhi ya ukhti, walaupun begitu kite kena sentiasa ingat bahawa Allah sentiasa akan menguji kite, untuk melihat adakah kite betul2 ikhlas dengan perjuangan ini. Mungkin disini Allah telah memilih kite, akan tetapi adakah Allah akan tetap memilih kite untuk berada dalam perjuangan ini apabila keluar dari kampus nanti? Apabila sudah berumah tangga? Apabila sudah mendapat pekerjaaan? Apabila sudah mempunyai anak?Apabila sudah mendapat pangkat dan kedudukan? Namun, realiti yang berlaku pada hari ini, ramai pejuang-pejuang agama yang berguguran apabila keluar dari kampus. Nauzibiullah....Ya Allah berilah kekuatan kepada kami supaya kami terus istiqamah dengan perjuanganMu. Untuk memastikan Allah sentiasa memilih kite, kite perlu ikhlaskan hati kite dalam perjuangan ini. Aku berada dijalan ini bukan semata2 kerana muslimat, bukan semata2 kerana muslimin, bukan untuk mencari populariti, bukan untuk menunjukkan diriku yang banyak ilmu, bukan untuk menunjukkan diriku hebat berkata-kata, namun aku berada dijalan ini adalah semata-mata keranaMu Ya Allah, untuk mendapat redhaMu, untuk menjadi kekasihMu.

Ya akhi ya ukhti, kite perlu sentiasa ada perasaan harap dan takut pada Allah. Perlu sungguh2 mohon pada Allah agar diberi kekuatan untuk sentiasa terus istiqamah pada jalan ini sehinggalah kite kembali berjumpa dengan Allah. Kite perlu tekad walaupun apapun yang akan berlaku pada diri kite, sama ada susah atau senang, miskin atau kaya, berpangkat atau tidak, hatta terpaksa berpisah antara roh dengan jasad sekalipun akan tetap istiqamah dengan perjuangan ini. Untuk AgamaNya, Allah sanggup melihat para kekasihnya digergaji, dipenjara, dicaci dan dihina, kerana apa ye sahabat? Jawapannya adalah kerana harga agama itu lebih berharga daripada nyawa kite. Oleh sebab itulah para anbiya’ dan sahabat2 r.a sanggup korbankan nyawa mereka semata-mata untuk agama Allah. Namun yang sedihnya pada hari ini, orang Islam sanggup jual agama semata-mata kerana dunia.

Ya akhi ya ukhti, ana mohon bebanyak kemaafan sekiranya ada tersilap bicara dan terkasar bahasa didalam artikel ini. Sesungguhnya ana tiada niat lain melainkan hanya sekadar untuk kite sama2 muhasabah diri masing2. Mungkin ada yang beranggapan ana selalu berbicara ttg perkara yang sama. Asyik2 bicara soal tarbiyah, soal kematian , soal hampirkan diri kepada Allah. Ya akhi ya ukhti sesungguhnya, bukankah kita sentiasa mengidam2kan untuk mendapatkan CINTA Allah bukan? Justeru, Cukuplah diri kite sentiasa dapat bersama2 dengan Allah walaupun tiada insan lagi yang mahu bersama dengan kite. Namun ana tak boleh melupakan tanggungjwab ana untuk sentiasa memberikan peringatan akan hal ini untuk diri sendiri dan seluruh ummat Rasulullah s.a.w, walaupun diri ini masih dibelenggu dengan dosa-dosa silam dan dalam proses mengislah diri. Alangkah indahnya hidup ini, jika didunia kite dapat bersama, disyurga pun kite dapat bersama-sama. Ya Allah...... permudahkanlah untuk kami melaksanakan amanahMu ini,...

Ya akhi ya ukhti, ana mohon bebanyak kemaafan sekiranya terdapat hak2 entum yang ana belum sempurnakan, hanya kepada Allah ana mohon keampunan... akhir kalam, walau dimana sahaja kite berada, disudut mana pun posisi kite, teruskan perjuangan. Sekiranya kite sebagai seorang anak, jadilah anak yang bertakwa, jika seorng pelajar, jadilah pelajar yg bertakwa, jika seorang guru, jadilah guru yang bertakwa, jika seorang daie, jadilah daie yang bertakwa, jika seorang suami, jadilah suami yang bertakwa, jika seorang isteri, jadilah isteri yang bertakwa....pokok pangkalnya adalah ”takwa”.

Wallahua’lam....

Syukran kathir......


Sekadar muhasabah diri dari pemburu cinta Allah

Mujahideen_kekasihAllah...

Mahasiswa Pendidik Pencetus Revolusi

Mahasiswa Pendidik Pencetus Revolusi

Dulu, Kini dan Selamanya...

Dulu, Kini dan Selamanya...

### salam ukhwah ###....

My Photo
Mujahideen
Dilahirkan pada 30 Ogos 1984, anak ke 2 dr 6 adik bradik. sekarang menuntut di Universiti Pentarbiyahan Syuhada' Islam,program pendidikan moral. erm...stakat tu je kot :-) "kadangkala kite perlu menangis supaya kite sedar hidup ini bukan sekadar utk ketawa, namun, kite juga perlu ketawa, supaya kite sedar betapa bernilainya setitis air mata...."
View my complete profile

MUTIARA KATA

Menurut perspektif Islam, wanita adalah pelengkap kepada lelaki, sekali gus memelihara keseimbangan ciptaan Allah s.w.t. Malah Rasulullah s.a.w memartabatkan kaum wanita pada kaca mata Islam sebagai perhiasan dunia yang paling indah dan unik. Ini sebagaimana sabda Baginda bermaksud: "Dunia ini penuh perhiasan dan perhiasan yang paling indah ialah wanita yang solehah." - (Riwayat Muslim)

bicara siswa

Followers

Nasyid FM

Template by - Abdul Munir - 2008 - layout4all